Printed
Praktik Public Sphere Dalam "Talk Show" Televisi (Studi pada Program Talk Show Lunch Talk BeritaSatu News Channel)
Program talk show Lunch Talk BeritaSatu News Channel diklaim menjadi program yang dibuat dengan tujuan memberikan ruang untuk suara rakyat. Talk show memang diharapkan bisa menjadi sebuah forum publik karena sejak awal kehadirannya, disebut-sebut sebagai ruang untuk mendiskusikan isu-isu publik. Namun, ketika program ini menjadi sebuah bagian dari produk media massa, kehadiran ruang publik atau public sphere dipertanyakan, bagaimana program Lunch Talk mengakomodasi konsep public sphere dalam tayangannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Konsep yang digunakan untuk menganalisis data adalah konsep public sphere Habermas, beserta teori penyempurna dari pengkritiknya. Data dan informasi diperoleh dari wawancara dengan tim produksi, pengamatan proses produksi dan dokumen tayangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lunch Talk tidak menerapkan konsep public sphere seperti yang dicita-citakan Habermas dan pengkritiknya. Dari empat kategori yang dikelompokkan dalam konsep public sphere, yaitu isu, partisipan, bentuk partisipasi, serta solusi permasalahan, program ini terlihat menjadi suatu komoditas, seolah-olah mengakomodasi public sphere dalam tayangannya.
No other version available