Printed
EKSISTENSI ILMU PEMERINTAHAN
Kendati suatu cabang ilmu itu sudah “mentok” perkembangannya, dia tetap dapat mengundang dan meminjam-pakai konsep-konsep dari bidang ilmu lain. Proses peminjaman (borrowing) dan “courtship” ini mungkin saja menyebabkan ilmu itu seolah-olah mendapatkan transfusi darah segar (fresh blood) untuk dapat “survive”. Dan proses yang demikian ini selalu terbuka untuk setiap ilmu.
Suatu ilmu yang dapat berhasil menjawab tantangan-tantangannya, a.l. tantangan eksistensial untuk bisa menunjukkan tiang-pancang esensial, mengembangkan teori-teori dan melakukan riset, akan dapat eksis. Ilmu itu telah berhasil menunjukkan daya- tahan dan ujian serta mampu membuktikan relevansinya.
No other version available