Printed
Rasisme dalam Pemberitaan Twitwar Farhat Abbas dengan Basuki Tjahaja Purnama di Kompas.com dan Merdeka.com
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehadiran media online yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Dalam membuat pemberitaan, pihak redaksi di media online harus memerhatikan kecepatan dan ketepatan, khususnya dalam kasus rasisme yang bersifat sensitif dan harus dijaga dengan baik. Seperti halnya yang terjadi pada Farhat Abbas atas pernyataan di akun Twitternya yang menyinggung etnis Basuki Tjahaja Purnama. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya wacana rasisme di Kompas.com dan Merdeka.com serta memahami proses produksi teks pemberitaan mengenai kasus twitwar yang terjadi antara Farhat Abbas dengan Basuki Tjahaja Purnama di kedua media tersebut. Kerangka pemikiran yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah analisis wacana dari Norman Fairclough yang didukung dengan konsep rasisme dari George Fredrickson dan George Ritzer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang didapatkan melalui studi pustaka dan wawancara dengan membandingkan kedua media online, yakni Kompas.com dan Merdeka.com. Narasumber penelitian ini adalah news assistant managing editor dari Kompas.com dan koordinator liputan dari Merdeka.com. Temuan utama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan dari kedua media online tersebut tidak mengandung wacana rasisme. Sedangkan dalam memroduksi teks juga tidak terdapat intervensi dari pihak manapun. Untuk menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya, diharapkan agar lebih banyak lagi yang membahas mengenai isu rasisme di media online agar didapatkan penelitian yang beragam.
Kata kunci: Analisis Wacana, Representasi, Rasisme, Media Online
No other version available