Printed
Dramatisme dalam Wacana Pemberantasan Korupsi di Media Online
Penahanan Anas Urbaningrum sebagai sebuah wacana pemberantasan korupsi, menjadi hal yang menarik untuk diangkat dalam kajian komunikasi. Hal ini lah yang mendasari penelitian tentang “Dramatisme dalam Wacana Pemberantasan Korupsi di Media Online”. Kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Dramatisme dari Kenneth Burke. Untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai wacana pemberantasan korupsi tersebut, penulis menggunakan teknik analisis framing Pan dan Kosicki dengan dipadukan dengan analisis pentad dari teori Dramatisme, serta didukung dengan wawancara. Data kemudian dianalisis dengan teknik pengujian keabsahan data berupa triangulasi metolodogis dan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa demi meraup traffic tinggi, Kompas.com sengaja memilih-milih scene dalam memaparkan fakta penahanan Anas Urbaningrum. Sedangkan dari segi act, Kompas.com memperlihatkan tak hanya tindakan KPK yang serius dalam memberantas korupsi namun juga diperlihatkan sisi humanis Anas. Actor yang terlibat di dalamnya pun beragam, bahkan agency yang diperlihatkan Kompas.com cenderung selalu mengaitkan penahanan Anas ini dengan konflik Partai Demokrat. Sehingga, pada akhirnya, tujuan wacana pemberantasan korupsi ini tidak sepenuhnya menunjukkan keberhasilan pemberantasan korupsi di negeri ini, namun masyarakat juga digiring untuk melihat bahwa Anas adalah seorang korban politik. Sebagai rekomendasi, penelitian ini dapat dikembangkan dengan melihat langsung dramatisme komunikasi Anas Urbaingrum.
No other version available