Printed
Studi tentang Hubungan antara Indeks Persepsi Integritas (IPI) dan Tingkat Kualitas Penerapan Good Corporate Governance(GCG) (Studi di 3 BUMN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan budaya integritas yang dipersepsikan oleh karyawannya antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji statistik nonparametrik Kruskal-Wallis. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis terhadap hubungan antara Indeks Persepsi Integritas (IPI) dan Kualitas penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT X (Persero), PT Y (Persero), dan PT Z (Persero). Uji Statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji statistik nonparametrik Spearman. Analisis terhadap terhadap hubungan antara Indeks Persepsi Integritas (IPI) dan Skor penerapan Good Corporate Governance (GCG) perusahaan dilakukan dengan menganalisis keterkaitan 5 (lima) aspek pembentuk skor Good Corporate Governance (GCG) yaitu Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham, Kebijakan GCG, Pelaksanaan GCG, Pengungkapan Informasi, dan Komitmen dengan 7 (tujuh) komponen penilaian Indeks Persepsi Integritas (IPI) yaitu budaya Jujur, Tanggung jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli.
Uji Kruskal-Wallis menunjukkan secara statistik bahwa budaya jujur, visioner, dan disiplin tidak didapatkan perbedaan pada ketiga perusahaan. Sedangkan, budaya tanggung jawab, kerjasama, adil, dan peduli didapatkan perbedaan pada ketiga perusahaan. Uji Korelasi Spearman menunjukkan secara statistik terdapat hubungan Aspek Kebijakan GCG dengan budaya jujur, tanggung jawab, visisoner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli. Terdapat hubungan Aspek Pelaksanaan GCG dengan budaya jujur, tanggung jawab, visisoner, kerjasama, adil, dan peduli. Terdapat hubungan Aspek Pengungkapan Informasi dengan tanggung jawab, disiplin, dan kerjasama. Terdapat hubungan Aspek Komitmen dengan budaya disiplin
Kata Kunci : Indeks Persepsi Integritas, Good Corporate Governance
No other version available