Printed
Aplikasi Analytic Network Process dalam Pengambilan Keputusan Investasi Area Tambang Batubara PT Darma Henwa, Tbk
Selama ini penentuan investasi pada area tambang dilakukan dengan mengandalkan insting berdasarkan data yang dimiliki. Dalam penilaian sebuah area tambang melibatkan banyak faktor yang banyak diantaranya saling terkait, sehingga penggunaan insting manusia dianggap kurang dapat menilai kompleksitas dari faktor-faktor pertambangan. MCDM dengan pendekatan ANP digunakan untuk memilih alternatif terbaik dari alternatif area berdasarkan kriteria-kriteria yang disusun melalui FGD.
ANP membantu PT. Darma Henwa Tbk. menganalisis dua area alternatif yang paling berpotensi untuk investasi masa depan: Kintap di Kalimantan Selatan dan Malinau di Kalimantan Timur.
Hasil penelitian dengan menggunakan kuesioner perbandingan berpasangan menunjukkan bahwa Kintap lebih dipilih (59,09% dari skala 100%) dengan kriteria dan sub-kriteria secara keseluruhan. Urutan kontribusi sub-kriteria adalah sebagai berikut Ketersediaan IUP Eksplorasi (16,10%), Akses ke Area Tambang (12,28%), Ketersediaan AMDAL (8,05%), Kemudahan Izin Pembebasan Tanah (8,05%), Jarak dari Pelabuhan ke Mother Vessel (7,34%), Posisi Geografis (6,54%), Jumlah Cadangan (6,51%), Kondisi Sosial Masyarakat (5,99%), Stripping Ratio & Strike Dip (5,59%), Ketersediaan Pelabuhan dan Jarak dari Pit ke Pelabuhan (4,69%), Kualitas Batubara (3,90%), Lokasi Kota Terdekat (3,78%), Jumlah Sumber Daya (3,26%), Jarak Pit ke Jalan Umum (3,22%), Ketersediaan Jalan Hauling (2,35%), Lokasi Desa Terdekat (1,59%), dan Ketersediaan Jalan Survey (0,78%). Index ketidakkonsistenan (inconsistency index) penilaian perbandingan berpasangan adalah 0,0544 (kurang dari 0,1), yang berarti bahwa penilaian responden sudah konsisten.
Kata Kunci: ANP, Area Pertambangan Batubara, Investasi, Proses Pengambilan Keputusan.
No other version available