Printed
Pengembangan Permodelan Harga Saham Menggunakan Faktor Ekonomi Makro dan Indeks Saham Regional
Studi ini bertujuan untuk mengembangkan permodelan harga saham di Indonesia menggunakan faktor ekonomi makro dan indeks saham regional sekaligus mengetahui pengaruh faktor ekonomi makro dan indeks saham regional terhadap harga saham di Indonesia. Faktor ekonomi yang digunakan adalah inflasi, PDB, BI rate dan kurs rupiah, sedangkan indeks saham regional adalah indeks saham regional negara lain yaitu indeks saham Dow Jones (Amerika), indeks saham SSE (China), indeks saham Nikkei (Jepang) dan indeks saham Hangseng (Hong Kong). Di dalam studi ini, harga saham diwakili oleh indeks sektoral berdasarkan pengategorian Bursa Efek Indonesia, yaitu Agriculture Index, Mining Index, Consumer Goods Index, Miscellanous Index, Manufacture Index, Infrastructure, Utility & Transportation Index, Trade & Service Index, Finance Index, Basic Industry & Chemicals Index, dan Construction, Property & Real Estate Index. Data yang digunakan adalah data dari tahun 2007 hingga 2012. Analisis dan pengembangan model digunakan dengan model regresi multivariat, dimulai dengan analisa koefisien determinasi, uji-F dan uji-t, selanjutnya dilakukan uji validasi model menggunakan metode data splitting. Studi ini menghasilkan pengembangan 10 (model) dan berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa inflasi, PDB, BI rate, kurs rupiah, indeks Dow Jones, indeks SSE, indeks Nikkei dan indeks Hangseng berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan secara parsial ditemukan bahwa faktor ekonomi makro dan indeks saham regional memiliki tingkat signifikansi pengaruh yang berbeda-beda.
No other version available