Printed
Analisis Pengembalian Formulir Individual Performance Theme di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process
Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang terjadi di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN) sebagai objek penelitian. Permasalahan tersebut adalah perihal manajemen kinerja, yaitu rendahnya tingkat pengembalian formulir Individual Performance Theme (IPT) di kelas 7 dan 8. Oleh karena itu, perlu diadakan perubahan-perubahan dalam organisasi agar terjadi peningkatan dalam pengembalian formulir IPT. Penelitian ini mencari alternatif perubahan terbaik untuk meningkatkan pengembalian formulir IPT dengan mempertimbangkan faktor-faktor perilaku individu yang memperngaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) karena metode ini dinilai dapat menunjukan hasil yang lebih objektif walaupun masukan utamanya adalah persepsi manusia. Di tahapan awal, diadakan interview dengan para narasumber untuk mendapatkan kriteria dan subkriteria. Sedangkan penilaian dari tiap alternatifnya didapatkan dari lembar isian perbandingan berpasangan yang diisi oleh para narasumber.
Dari pengolahan data menggunakan piranti lunak Super Decisions, didapatkan hasil bahwa faktor eksternal (perusahaan) memiliki bobot sebesar 67,57% sebagai faktor peningkatan pengembalian formulir IPT dan faktor internal (karyawan) memiliki bobot 32,43%. Sedangkan pengurutan secara global dari subkriteria – subkriteria yang ada, yaitu keterlibatan atasan dalam pelaksanaan IPT (23,57%), pelaksanaan IPT sebelumnya (15,42%), pemahaman mengenai target yang dimiliki (15,02%), metode sosialisasi IPT (10,08%), rasa memiliki atas IPT (9,88%), keberadaan koordinator IPT di divisi (9,15%), ketersediaan waktu pengisian IPT (6,88%), kemampuan mendeskripsikan target (4,35%), pengetahuan mengenai IPT (3,18%), dan kemudahan mengisi formulir IPT (2,57%). Dengan memperhitungkan presentase tiap subkriteria tersebut, pelatihan mengenai IPT bagi karyawan dan atasannya menjadi alternatif urutan pertama (45,68%) , disusul dengan penggunaan formulir elektronik IPT (34,24%), dan terakhir adalah penambahan SDM di seksi Manajemen Kinerja (20,08%) Hasil penilaian ini dianggap konsisten karena memiliki inconsistency index
No other version available